Bola  

Kompetisi Diputar Euforia Kembali, Dukanya Tertutupi 

Aksi Aremania untuk Tragedi Kanjuruhan

Sabtu, 10 Desember 2022 – 02:42 WIB

VIVA Bola – Aremania kecewa dengan sikap PSSI, Pemerintah dan Polisi atas bergulirnya kembali Liga 1 dengan sistem bubble. Mereka menganggap pengusutan kasus Tragedi Kanjuruhan belum selesai sehingga tidak pantas kompetisi kembali digelar. 

Salah satu Aremania yakni Ambon Fanda menuding kompetisi digelar lagi agar euforia masyarakat pecinta sepakbola kembali bergairah lagi. Euforia itulah yang diharapkan bisa menutupi duka kematian 135 orang dan 600 lebih terluka dalam Tragedi Kanjuruhan, pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu. 

Aksi Aremania untuk Tragedi Kanjuruhan

Aksi Aremania untuk Tragedi Kanjuruhan

“Itu salah satu cara pemerintah untuk menggembosi aksi ini. Agar kasus ini tertutupi. Agar euforia kembali meluap, duka ditutupi dengan euforia,” kata Ambon, Jumat, 9 Desember 2022. 

Aremania sangat kecewa dengan sikap yang diambil oleh pemerintah karena memberikan izin kompetisi kembali digelar. Ambon bahkan menganggap sistem tata kelola sepak bola di tubuh PSSI bobrok. Aremania pun mengajak seluruh suporter tanah air untuk menggaungkan revolusi PSSI. 

“Sangat kecewa kita. Mangkannya saya bilang PSSI bobrok. Harus ada revolusi di tubuh PSSI. Selama PSSI masih diisi orang itu itu aja dengan orang lama gak akan merubah apapun. Biarkan masyarakat yang menilai,” ujar Ambon. 

Sebelumnya, Aremania kembali turun ke jalan menyuarakan tuntutan atas Tragedi Kanjuruhan yang merengut 135 orang dan membuat 600 lebih suporter terluka. Salah satu titik aksi yang mereka tuju adalah simpang 4 Karanglo atau depan Exit Tol Malang, pada Kamis, 8 Desember 2022. 

Sumber: www.viva.co.id