Bola  

Penanganan Tragedi Kanjuruhan Bikin Kepercayaan Publik ke Polisi Menurun 

Aremania melakukan aksi menuntut keadilan untuk korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 14 November 2022 – 15:49 WIB

VIVA Bola – Indikator Politik Indonesia melakukan survei Tragedi Kanjuruhan dan Reformasi PSSI. Survei dilakukan sejak 30 Oktober hingga 5 November 2022 lalu dengan melibatkan 1.200 responden dengan metode wawancara. 

Hasil survei responden menilai pihak yang paling bertanggungjawab adalah Polri dengan 39,1 persen. Kedua, penyelenggara kompetisi yakni, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan 27,2 persen. Ketiga, PSSI dengan hasil survei 13,0 persen selaku federasi sepakbola tanah air.

Demonstrasi besar-besaran Aremania di 40 hari Tragedi Kanjuruhan

Demonstrasi besar-besaran Aremania di 40 hari Tragedi Kanjuruhan

Dan posisi keempat adalah suporter dengan prosentase hasil survei 10,2 persen. Berikutnya, TNI dengan presentase 1,7 persen. Sisanya, lain-lain 1,3 persen dan yang tidak menjawab sekitar 7,6 persen.

“Data ini clear, harusnya tidak ada lagi diskusi internal polisi. Siapa saja yang terlibat lebih baik di tindak,” kata Direktur Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi, Senin, 14 November 2022. 

Burhanudin mengatakan, bahwa untuk mengembalikan kepercayaan publik polisi disarankan untuk mengakui adanya kesalahan prosedur dalam penanganan Tragedi Kanjuruhan. Dimana penggunaan gas air mata merupakan faktor utama penyebab 135 orang meninggal dunia dan 600 lebih mengalami luka-luka. 

“Akui saja kalau ada penggunaan gas air mata tak sesuai prosedur. Daripada self Denial mengakibatkan penurunan kepercayaan publik kepada polisi,” ujar Burhanudin. 

Sumber: www.viva.co.id